Showing posts with label siak. Show all posts
Showing posts with label siak. Show all posts

Monday, July 13, 2026

SILSILAH RAJA RAJA SIAK


Silsilah dan garis keturunan penguasa Kesultanan Siak Sri Inderapura terbagi menjadi dua era dinasti utama, yaitu Dinasti Raja Kecil (Melayu-Johor) dan Dinasti Syarif (Ba 'Alawi/Arab-Melayu). Kerajaan ini didirikan pada tahun 1723 oleh Raja Kecil dan berakhir setelah Sultan terakhir menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1945. 
Berikut adalah urutan silsilah 12 Sultan yang pernah memerintah Kesultanan Siak: 
I. Era Dinasti Raja Kecil (Garis Keturunan Melayu-Johor)
Fase awal kesultanan dipimpin oleh keturunan langsung dari Raja Kecil yang merupakan putra Sultan Mahmud Syah II dari Kesultanan Johor
  1. Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah / Raja Kecil (1723–1746)
    • Pendiri Kesultanan Siak di Buantan. 
  2. Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah / Tengku Buang Asmara (1746–1760)
    • Putra bungsu Raja Kecil; memindahkan ibu kota ke Mempura. 
  3. Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1760–1761, Periode I)
    • Putra dari Tengku Buang Asmara. 
  4. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah / Raja Alam (1761–1766)
    • Putra tertua Raja Kecil (paman dari Sultan Ismail). Memindahkan pusat kerajaan ke Senapelan (cikal bakal Pekanbaru). 
  5. Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (1766–1779)
    • Putra dari Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. 
  6. Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1779–1811, Periode II)
    • Kembali naik takhta setelah merebut kembali kekuasaan. 
II. Era Dinasti Syarif (Garis Keturunan Arab-Melayu) Silsilah berpindah ke jalur pernikahan dengan klan Sayyid/Syarif dari keturunan Ba 'Alawi (Hadramaut) melalui pernikahan keturunan perempuan Sultan Siak.

    7. Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (1784–1810)
Putra dari Syarif Yahya dan Tengku Embung (putri dari Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah/Sultan ke-4). Memulai era dinasti baru.

     8. Sultan Assyaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Khaliluddin (1810–1815)
      - Putra dari Sultan Syarif Ali.

     9. Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin (1815–1854)
      - Putra dari Sultan Syarif Ibrahim.

    10. Sultan Assyaidis Syarif Kasim I Abdul Jalil Syaifuddin (1854–1889)
      - Saudara laki-laki dari Sultan Syarif Ismail.

    11. Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1889–1908)
      - Putra dari Sultan Syarif Kasim I. 
Di masanya dibangun Istana Siak Sri Indrapura yang megah.

    12. Sultan Assyaidis Syarif Kasim II Abdul Jalil Syaifuddin (1915–1945)
Sultan terakhir Kesultanan Siak. Ia menyerahkan kedaulatan serta kekayaannya untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional RI.

Tuesday, October 28, 2025

SEJARAH PEKANBARU

SEJARAH KERAJAAN PEKANBARU

Sejarah Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, Indonesia:
---

🏞️ Asal-usul Nama “Pekanbaru”

Nama Pekanbaru berasal dari dua kata dalam bahasa Melayu:

“Pekan” berarti pasar,

“Baru” berarti baru.
Jadi, Pekanbaru secara harfiah berarti “pasar yang baru”.

---

📜 Sejarah Awal

Sebelum dikenal sebagai Pekanbaru, daerah ini bernama Senapelan, yang berada di tepi Sungai Siak.

Makna kata SENAPELAN berasal dari dua kata SENA dan PELAN yang di ambil dari penampakan air sungai yang besar dan terlihat mengalir pelan ( SENA = besar, PELAN = lambat ), dimana masyarakat yg tinggal mendiami kawasan ini di kenal dengan SUKU SENAPELAN.
istana kerajaan kemudian di pindah di tepian sungai ini ( sungai siak hulu ) di kawasan kampung PAYUNG SEKAKI setelah kampung ini makin ramai dan meluas.

Sekitar abad ke-17, wilayah ini sudah menjadi perkampungan kecil dan menjadi bagian dari Kerajaan Siak Sri Indrapura, kerajaan Melayu yang berpengaruh di Riau.

---

🏰 Masa Kesultanan Siak

Pada tahun 1760, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintahkan anaknya, Said Ali, untuk membuka sebuah pasar di Senapelan.
Pasar itu berkembang pesat dan dikenal sebagai “Pekan Baharu” (pasar baru) untuk membedakannya dari pasar lama di sekitar Sungai Siak Hulu.

Peresmian berdirinya Pekanbaru dianggap terjadi pada 23 Juni 1784, bertepatan dengan penetapan daerah itu sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan kecil oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.

Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

---

🚢 Perkembangan di Masa Kolonial

Pada masa penjajahan Belanda, Pekanbaru menjadi pusat perdagangan penting di jalur Sungai Siak karena sungai tersebut dapat dilayari hingga ke Selat Malaka.
Belanda kemudian membangun pelabuhan dan gudang untuk menampung hasil bumi seperti karet, kopra, dan hasil hutan.

---

🇮🇩 Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Pekanbaru sempat menjadi bagian dari Kabupaten Kampar.
Namun, karena letaknya strategis dan ekonominya berkembang pesat, pada tahun 1959, Pekanbaru ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau, menggantikan Tanjungpinang.

---

🏙️ Pekanbaru Modern

Kini, Pekanbaru dikenal sebagai kota metropolitan di Sumatra bagian tengah, menjadi pusat:

Perdagangan dan jasa,

Pendidikan dan kebudayaan Melayu,

Industri minyak dan gas bumi (terutama karena kedekatannya dengan Blok Rokan dan PT Chevron Pacific Indonesia).


---

📆 Rangkuman Kronologi

Tahun Peristiwa Utama

Abad ke-17 Senapelan dikenal sebagai permukiman awal.
1760 Pasar didirikan oleh Sultan Siak.
1784 Ditetapkan sebagai Pekanbaru (hari jadi kota).
1945 Pekanbaru menjadi bagian dari Republik Indonesia.
1959 Ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau.


SILSILAH RAJA RAJA SIAK

Silsilah dan garis keturunan penguasa Kesultanan Siak Sri Inderapura terbagi menjadi dua era dinasti utama, yaitu Dinasti Raja ...